Tuesday, 4 July 2017

Atmosfer Ramadhan Di Serambi Mekkah

          Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan  dan kenikmatan dalam satu bulan penuh. Banyak sekali limpahan nikmat pahala dan rezeki yang Allah berikan kepada umatnya pada bulan ini, bermacam ragam nikmat yang beliau berikan kepada kita. Banyak orang dibulan puasa mengais rezeki tambahan dengan cara berjualan takjil di tempat. Banyak para pedagang dadakan yang jualan takjil di sekitaran kopelma dimana sepanjang jalan terbentang tersebut banyak para ibu-ibu atau bapak-bapak dan bahkan anak muda menjajalkan takjil buatan mereka  dengan bermacam ragam jenis pilihan.
            Tentu saja banyak pedagang yang mendapatkan keuntungan yang lebih di bulan yang suci ini dimana warga pasti akan banyak berburu takjil maupun menu makanan lainnya lagi untuk berbuka puasa. Di tanah Aceh sendiri memiliki banyak takjil yang khas dari Aceh namun hanya sering dijumpai hanya bulan puasa tiba seperti Bohromrom, kanji rumba dan masih banyak lagi jajanan yang hanya sering kita jumpai pada bulan ramadhan. Sepanjang jalan Kopelma banyak warga juga yang menjual makanan yang sangat khas dari Aceh besar yaitu Kuah Beulangong  dengan Rp 25.000,00- kita bisa membawa pulang 1 porsi daging kuah Beulangong yang sedap dan menggugah selera.
            Ilham dan Alfinas, salah satu mahasiswa yang menjajalkan takjil pokat kocok mengatakan “ kita mulai berjualan pokat kocok pukul 16.30 sampai setelah buka puasa biasanya laku 30 cup perhari, dengan harga 1 cup Rp 10.000,00-“ ini membuktikan bahwa pendapatan warga pada saat bulan Ramadhan bisa melonjak hingga 50 % dikarenakan banyak warga lebih memilih membeli daripada membuatnya dirumah apalagi banyaknya mahasiswa juga orang yang sibuk berkerja dikantoran pada siang hari jadi tidak bisa mempersiapkan menu berbuka puasa. Kata seorang pekerja yang berseragam PNS mengatakan “Dengan adanya pedangang yang banyak seperti ini jadi saya tidak repot lagi untuk memikirkan memasak lagi dirumah, jadi ya saya bisa tinggal beli saja tidak perlu repot”. Senada dengan pembeli lainnya yang banyak memburu spot takjil di Banda Aceh seperti di daerah Blang Padang, Sp7 Ule kareng, Jambo Tape dan lain sebagainya.
            Sembari memburu takjil, juga banyak warga yang menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa atau biasanya disebut ngabuburit dengan keliling kota Banda Aceh. Masjid Raya Baiturrahman menjadi tempat favorit warga Banda Aceh untuk menghabiskan waktu dengan berfoto, bersantai, dan iktikaf di masjid. Saat ini juga sedang musimnya sepatu roda jadi banyak orang tua yang membawa anaknya untuk bermain sepatu roda salah satu tempat yang paling ramai adalah di lapangan skateboard yang berdekatan dengan Masjid Oman.

            Suasana Ramadhan begitu terasa berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Aceh sebagai tempat penerapan syariat islam memberikan rasa dan suasana ramadhan yang berebeda dengan daerah-daerah lain. Atmosfer Ramadhan dan puasa terlihat jelas di sini karena kedai dan penyedia makanan tutup pada siang hari.

No comments:

Post a Comment