Ramadhan
adalah bulan yang penuh dengan keberkahan
dan kenikmatan dalam satu bulan penuh. Banyak sekali limpahan
nikmat pahala dan rezeki yang Allah berikan kepada umatnya pada bulan ini,
bermacam ragam nikmat
yang beliau berikan kepada kita. Banyak orang dibulan puasa mengais rezeki
tambahan dengan cara berjualan takjil di tempat. Banyak para pedagang dadakan
yang jualan takjil di sekitaran kopelma dimana sepanjang jalan terbentang tersebut
banyak para ibu-ibu atau bapak-bapak dan bahkan anak muda menjajalkan takjil
buatan mereka dengan bermacam ragam
jenis pilihan.
Tentu saja banyak pedagang yang
mendapatkan keuntungan yang lebih di bulan yang suci ini dimana warga pasti
akan banyak berburu takjil maupun menu makanan lainnya lagi untuk berbuka
puasa. Di tanah Aceh sendiri memiliki banyak takjil yang khas dari Aceh namun
hanya sering dijumpai hanya bulan puasa tiba seperti Bohromrom, kanji rumba dan
masih banyak lagi jajanan yang hanya sering kita jumpai pada bulan ramadhan.
Sepanjang jalan Kopelma banyak warga juga yang menjual makanan yang sangat khas
dari Aceh besar yaitu Kuah Beulangong
dengan Rp 25.000,00- kita bisa membawa pulang 1 porsi daging kuah
Beulangong yang sedap dan
menggugah selera.
Ilham dan Alfinas, salah satu mahasiswa yang
menjajalkan takjil pokat kocok mengatakan “ kita mulai berjualan pokat kocok
pukul 16.30 sampai setelah buka puasa biasanya laku 30 cup perhari, dengan
harga 1 cup Rp 10.000,00-“ ini membuktikan bahwa pendapatan warga pada saat
bulan Ramadhan bisa
melonjak hingga
50 % dikarenakan banyak warga lebih memilih membeli daripada membuatnya dirumah
apalagi banyaknya mahasiswa
juga orang yang sibuk berkerja dikantoran pada siang hari jadi tidak bisa
mempersiapkan menu
berbuka puasa. Kata
seorang pekerja yang berseragam PNS
mengatakan “Dengan adanya pedangang yang banyak seperti ini jadi saya tidak
repot lagi untuk memikirkan memasak lagi dirumah, jadi ya saya bisa tinggal beli
saja tidak perlu repot”. Senada dengan pembeli lainnya yang banyak memburu spot takjil di Banda
Aceh seperti di daerah Blang Padang, Sp7 Ule kareng,
Jambo Tape dan lain sebagainya.
Sembari memburu takjil, juga banyak warga yang menghabiskan waktu
menunggu berbuka
puasa atau biasanya disebut ngabuburit
dengan keliling kota Banda Aceh. Masjid Raya Baiturrahman menjadi
tempat favorit warga Banda Aceh untuk menghabiskan waktu dengan berfoto, bersantai, dan iktikaf
di masjid. Saat ini juga sedang musimnya sepatu roda jadi banyak orang tua yang
membawa anaknya untuk bermain sepatu roda
salah satu tempat yang paling ramai adalah
di lapangan skateboard yang berdekatan
dengan Masjid Oman.
Suasana Ramadhan begitu terasa berbeda
dengan bulan-bulan lainnya.
Aceh sebagai tempat penerapan syariat islam
memberikan rasa dan suasana
ramadhan yang berebeda dengan daerah-daerah lain. Atmosfer Ramadhan
dan puasa terlihat jelas di sini karena
kedai dan penyedia makanan
tutup pada siang hari.
No comments:
Post a Comment