Tuesday, 4 July 2017

Momen Idul Fitri Saatnya Silaturrahmi

Gema takbir telah bergema diseluruh belahan dunia yang  menandakan hari raya Idul Fitri telah tiba. Masyarakat menyambutnya dengan penuh suka cita, apalagi di di Indonesia, khususnya Aceh sebagai daerah dengan jumlah muslim terbanyak didunia, serta kental dengan nilai keisalaman. Hari raya Idul Fitri atau biasa disebut dengan lebaran di Indonesia, merupakan  hari besar umat islam yang  jatuh pada tanggal 1 Syawal .  Idul Fitri sangat sakral bagi  umat Islam, di Indonesia biasanya dikenal kata mudik (pulang kampung) yang dilakukan oleh perantau dengan tujuan untuk saling berkumpul dan bersilahturahmi bersama keluarga besar di tempat kelahiran. Indonesia memiliki banyak tradisi lokal untuk menyambut lebaran yang tidak dijumpai pada daerah bahkan negara-negara lainnya. Aceh, sebagai daerah yang dikenal sebagai serambi mekkkah memiliki budaya sendiri dalam menyambut hari raya Idul Fitri.
Di Aceh ada sebuah tradisi yang disebut “megang”, yakni satu hari sebelum hari raya dimana masyarakat pada hari itu berbondong-bondong membeli daging sapi(lembu). Meugang adalah tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga, kerabat dan yatim piatu oleh masyarakat Aceh. Pada dasarnya megang atau juga dikenal dengan sebutan makmegang berlangsung selama satu hari yakni 1 hari sebelum bulan Ramadhan dan 1 hari sebelum hari raya Idul Fitri. Namun kini tradisi megang khususnya di perkotaan berlangsung selama 2 dua hari berturut-turut sehingga dikenal adanya sebutan “megang ubeut” dan “meugang rayeuk”.
Keistimewaan Hari raya Idul Fitri juga terlihat pada perintah Rasulullah, pada hari yang istimewa tersebut, akan ada shalat sunnah hari raya sebanyak dua rakaa’at dan dilanjutkan dengan khutbah. Masyarakat di Aceh biasa menyebutnya dengan shalat ied. Shalat berlangsung di mesjid-mesjid maupun di lapangan terbuka. Pada hari raya kali ini, saya melaksanakan shalat ied di Mesjid Al-Muchlisin, Gampong Tempok Teungoh, Kota Lhokseumawe. Pelaksanaan shalat sunnah Idul Fitri diimami oleh imam besar Mesjid Al-Muchlisin Tgk. Rajali Idris dengan Khatib yang datang dari  Lueng Putu, Pidie Jaya, yakni Tgk. Daud Hasbi. Beliau berceramah tentang kehidupan dan umur manusia yang singkat serta sia-sia apabila tidak depenuhi dengan ibadah. Kemudian beliau juga mengingatkan para jama’ah mengenai kematian yang bisa menjemput kapan saja. Beliau berwasiat untuk para jamaah untuk senantiasa melaksanakan ibadah selagi masih muda, karena ketiak sudah tua maka akan sulit melakasanakan  ibadah secara sempurna, belum lagi usia manusai belum tentu bisa sampai ke usia tua.

Setelah selelsai khutbah, maka selesailah pelaksanaan ibadah shalat sunnah Idul Fitri dengan ditutup acara maaf-maafan dan  salam-salaman. Kemudia sebagai bagaimana yang terjadi di wilayah indonesia lainnya, budaya silaturrahmi dan juga mudik pun tidak luput menjadi tradisi di Aceh. Kunjung-mengunjung sanak-saudara, tetangga, bahkan teman sejawat. Ajang hari raya Idul Fitri pun menjadi momen silaturrahmi teman lama. Mulai dari kumpul teman SD sampai kerabat kerja.

No comments:

Post a Comment